An Overview of the Stages of Self-Acceptance in Women with HIV/AIDS (PLWHA)

Authors

  • Berlianna Dewi Setiawan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Gratianus Edwi Nugrohadi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Happy Cahaya Mulya Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i10.421

Keywords:

Self-acceptance, PLWHA, housewives

Abstract

Self-acceptance is a conscious choice made by the individuals to experience feelings, sensations, and thoughts at any time as they are. Self-acceptance is very important for housewives in early adulthood, especially those with PLWHA, to live a good life without thinking about their illness. This study implements phenomenological qualitative methods and deductive thematic analysis. Informants in this study were 2 housewives living in the Surabaya area, who have children, were exposed to HIV/AIDS from their partners and young adults age 18-40 years old. There were two informants with HIV/AIDS. The results of this study indicate that the two informants were able to pass the 5 stages of self-acceptance well, including aversion, curiosity, tolerance, allowing and friendship. Factors affecting the self-acceptance of the two informants, namely self-concept tends to be stable. Informants who have faith may rise from adversity and perceive their hopes to help people around them by practicing self-acceptance.

References

Ananda, S. (2021). Proses penerimaan diri gay di organisasi cangkang queer terhadap identitas seksualnya.Jurnal Ilmu Komunikasi Komunika, 17(2), 1-8.

Andrianto, B. M., Setyawati. A. D., Muin, M., & Mendrofa, F. A. M. (2020). Koping religius pada kelompok penderita HIV/AIDS. Journal of Telenursing (JOTING), 2(2), 150-157.

Apsaryanthi, N. L. K. & Lestari, M. D. (2017). Perbedaan tingkat psychological well-being pada ibu rumah tangga dengan ibu bekerja di kabupaten Gianyar. Jurnal Psikologi Udayana. 4(1), 110-118.

Ardilla, F. & Herdiana, I. (2013). Penerimaan diri pada narapidana wanita. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1), 1-7.

Bernard, M. E. (2013). The Strength of Self-Acceptance. New York: Springer.

Citra, L. R. A., & Eriany, P. (2015). Penerimaan diri pada remaja puteri penderita lupus. Psikodimensia, 14(1), 67–86.

Creswell, J. W. (2009). Research Design Qualitative, Quantitavive, and Mixed Methods Approaches. New Delhi India: Sage Publication India.

Dewantoro, D. & Kurniawan, A. (2019). Acceptance and commitment therapy untuk meningkatkan acceptance of illness pasien positif HIV. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 8(1), 97-112.

Dewi, I. A. S. & Herdiyanto, Y. K. (2018). Dinamika penerimaan diri pada remaja broken home di Bali. Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus Psikologi Positif, 5(2), 211-220.

Febriana, T. F. & Rahmasari, D. (2021). Gambaran penerimaan diri korban bullying. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 2021.

Firmansyah, O. B. M., Bashori, K., & Hayati, E. N. (2019). Pengaruh terapi pemaafan dengan dzikir untuk meningkatkan penerimaan diri Pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 5(1), 13-23.

Galuh, M., & Novani, D. (2015). Pentingnya pengungkapan status HIV/AIDS Odha pada orang terdekat. Jurnal Berkala Kesehatan, 1(1), 47–51.

Germer, C. K. (2009). The Mindful Path of self-compassion. United state of America: The Guilford Press.

Gunawan, Y. T., Prasetyowati, I., & Ririanty, M. (2016). Hubungan karakteristik ODHA dengan kejadian loss to follow up terapi ARV di kabupaten Jember. Jurnal IKESMA, 12(1), 53-64.

Hakim, N., L. (2013). Ulasan metodologi kualitatif: wawancara terhadap elit. Jurnal Aspirasi, 4(2), 165-172.

Handayani, S. P., Sitorus, R. J. & Novrikasari. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan terjadinya gangguan kesehatan mental pada penderita HIV/AIDS di kota Jambi. Jambi Medical Journal, 10 (4), 515-525.

Hapsari, I. I., & Arif, S. S. F. (2014). Kebermaknaan hidup pada ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV & AIDS dari suaminya. Jurnal Penelitian dan Perguruan Psikologi, 3(2), 65-73.

Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Medan: Wal ashri Publishing.

Herbawani, C. K., & Erwandi, D. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan human immunodeficiency virus (HIV) oleh ibu rumah tangga di Nganjuk, Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 89–99.

Heriyanto (2018). Thematic analysis sebagai metode menganalisa data untuk penelitian kualitatif. Jurnal Universitas Diponogoro,2(3), 2598-3040.

Heryana, A., Hubaybah & Putri, M.E. (2021). JCA Health Science, 1(1), 1-7.

Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.

Kementerian Kesehatan RI (2018) [On-line]. Diunduh pada tanggal 8 Februari 2022 dari https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/19042200004/situasi-umum-hiv-aids-dan-tes-hiv.html

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan perkembangan HIV AIDS & penyakit infeksi menular seksual (PIMS) triwulan I tahun 2021. Laporan_TW_I_2021_FINAL1.pdf

Koritelu, M. C., Desi, & Lahade, J. (2021). Penerimaan diri dan kualitas hidup penderita HIV/ AIDS di kota Ambon. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9(2), 263 - 274.

Kristanto, A. D. & Kahija. Y. F. L. (2017). Pengalaman coping terhadap diagnosis kanker pada penderita usia kerja di rumah sakit margono soekarjo Puwokerto. Jurnal Empati, 6(2), 1-9.

Kusumawardani, F. & Tifani, M. (2022). Dukungan sosial yang diterima dan konsep diri orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di jaringan Odha Berdaya (JOB) Bandar Lampung. Jurnal Genta Kebidanan, 11(2), 56-65.

Latifah, D., Zainuddin, M., & Mulyana, N. (2015). Peran pendamping bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Prosiding KS: RISET & PKM, 306, 2442-4480.

Mamik (2015). Metode Kualitatif. Siodarjo: Penerbit Zifatama Publisher.

Marlinda, Y. & Azinar, M. (2017). Perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS. Jurnal of Health Education, 2(2), 192-200.

Machdan , D. M. & Hartini, N. (2012). Hubungan antara penerimaan diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada tunadaksa di UPT rehabilitasi sosial cacat tubuh Pasuruan. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 1(2), 79-85.

Matuzahroh, N. & Prasetyaningrum, S. (2018). Observasi: Teori dan Aplikasi dalam Psikologi. Malang : Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.

Maulidhea, P. Q. A & Syafiq, M. (2022). Gambaran penerimaan diri pada lansia yang dititipkan oleh keluarga di Panti Sosial. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(1), 206-217.

Mendrofa, E. S., Rasalwati, U. H., & Nurusshobah, S. F. (2021). Penerimaan diri orang dengan HIV/AIDS di balai rehabilitasi sosial ODH "bahagia" Medan. REHSOS: Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial, 3(2), 165-188.

Meylani, R., Desi, Surwartiningsih, S. (2022). Penerimaan diri individu yang memiliki pasangan sebagai pemandu karaoke di Desa Sarirejo Salatiga. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(1), 223-228.

Pambudi, H. B. & Darmawanti, I. (2022). Gambaran penerimaan diri pada remaja yatim/piatu. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(8), 23-33.

Pancawati, R. (2013). Penerimaan diri dan dukungan orang tua terhadap anak autis. Psikoborneo, 1(1), 23-37.

Pardita, D. P. Y. & Sudibia, I. K. (2014). Analisis dampak sosial, ekonomi, Dan psikologis penderita HIV AIDS di kota Denpasar. Jurnal Buletin Studi Ekonomi, 19(2), 193–199.

Pasaribu, R. S., Asfriyati & Andayani, L.S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV pada WPS ( wanita pekerja seks ) di klinik VCT ( voluntary counseling and testing ) wilayah kerja puskesmas Padang Bulan kota Medan. Jurnal Mutiara Ners, 2(1), 168-177.

Permatasari, V. & Gamayanti, W. (2016). Gambaran penerimaan diri (self-acceptance) pada orang yang mengalami skizofrenia. Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 139–152.

Prameswari, V. & Khoirunnisa, R. N. (2020). Penerimaan diri pada perempuan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga. Jurnal Penelitian Psikologi, 7(4), 62-78.

Piran, A. Y. A., Yuliwar, R., Ka'arayeno, A. J. (2017). Hubungan antara penerimaan diri dengan kepercayaan diri dalam interaksi sosial pada remaja penyandang cacat fisik di panti asuhan Bhakti Luhur kecamatan Sukun Malang. Nursing News, 2(1), 578-597.

Putri, D. P. K & Lestari, S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 6(1), 72-85.

Rakasiwi, G. A. & Nurchayati (2021). Penerimaan diri pada perempuan dengan HIV/AIDS (PDHA). Character:Jurnal Penelitian Psikologi, 8(9), 25-37.

Ryff, C. D. (2013). Psychological Well-Being Revisited: Advances in the Science and Pratice of Eudaimonia. Psychother Psychosom, 83(10), doi: 10.1159/000353263

Samawati & Nurchayati (2021). Self-acceptance remaja yang hamil di luar nikah. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(9),1-13.

Sari, D. S., Apriyanto, F., & Ulfa. M. (2022). Hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri pada remaja dengan orang tua bercerai. Media Husada Journal of Nursing Sciene, 3(1), 14-27.

Selvi & Sudarji, S. (2017). Gambaran faktor yang mempengaruhi penerimaan diri orang tua yang memiliki anak autisme. Jurnal Psibemetika, 10(2), 70-80.

Soliha & Masfi, A. (2017). Hubungan antara mekanisme koping keluarga dengan penerimaan diri (self acceptance) keluarga pasien HIV/AIDS di wilayah kerja puskesmas Bangkalan. Jurnal Ilmiah OBSGIN, 10(10), 1-10.

Surabaya go.id (2022). [On-line]. Diunduh pada tanggal 8 Februari 2022 dari https://www.surabaya.go.id/id/berita/64775/kasus-hiv-disebut-tertinggi-di

Susanti, R. W. D. (2019). Gambaran pengetahuan mahasiswa tentang HIV/AIDS di Universitas Pasir Pengaraian kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternal dan Neonatal, 2(6), 341-349.

Syafitasari, J., Djannah, S. R., Rosida, L., & Hakimi. (2020). Gambaran penerimaan diri pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di yayasan victory plus Yogyakarta (studi fenomenologi). Jurnal Media Kesehatan, 13(1), 30-39.

Taslim, F., Ninin, R. H., & Astuti, S. R. (2021). Gambaran psychological well being pada ibu rumah tangga di kota Bandung. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG, 3(2), 121-133.

Trihastuti, N. & Pujiyono. (2014). Rekonstruksi hukum perlindungan dan penegakan ham bagi ibu rumah tangga terhadap risiko tertular HIV/AIDS dari suaminya. Jurnal Hukum Universitas Di Ponegoro, 43 (4), 514-528.

Tumbage, S. M. E., Tasik, F. C. M., & Tumengkol, S. M. (2017). Peran ganda ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di desa allude kecamatan kolongan kabupaten talaud. E-journal " Acta Diurna",6(2), 1-14.

Utami, N. M.S.N. (2013). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri individu yang mengalami asma. Jurnal Psikologi Undayana, 1(1), 12-21.

Utami, S., Mar'at, S., & Suryadi, D. (2017). Peranan logoterapi terhadap pencapaian makna hidup wanita dewasa awal (studi pada wanita dewasa awal yang terdiagnosa HIV karena tertular suami). Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 160-170.

Yani, F., Harahap, F. S. D., & Hadi, A. J. (2020). Stigma masyarakat terhadap orang dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di kabupaten Aceh Utara. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Health Promotion, 3(1), 56-62.

Yunita, A., & Lestari, M. D. (2017). Proses grieving dan penerimaan diri pada ibu rumah tangga berstatus HIV positif yang tertular melalui suaminya. Jurnal Psikologi Udayana, 4(2), 223-238.

West, R., & Turner, H., L (2007). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Widayanti, L. P. (2019). Faktor risiko penderita HIV/AIDS di puskesmas gondang legi kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 7(1), 52-61.

Published

2025-10-25