Analysis of the Impact of Limestone Illegal Mining on Damage to Residential Buildings in the Klapanunggal District, Bogor Regency

Authors

  • Warma Dewa Universitas Kristen Indonesia
  • Uras Siahaan Universitas Kristen Indonesia
  • Aartje Tehupeiory Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i10.441

Keywords:

Illegal mining, limestone, structural damage, residential buildings, Klapanunggal

Abstract

This study analyzes the impact of illegal limestone mining activities on the damage to residential buildings in Klapanunggal District, Bogor Regency. The method used in this study is qualitative descriptive through field observation and in-depth interviews with affected communities during the period from March to July 2024. The results showed that vibrations from heavy equipment and blasting activities have caused cracks and structural shifts in more than 65% of homes within a two-kilometer radius of the mine site. This condition reduces the level of security and feasibility of community housing. The conclusions of this study emphasize the need for stricter regulatory enforcement and sustainable mitigation strategies to protect settlements from the risk of structural damage due to illegal mining.

References

Arumdani, I. S., AM, R. A. S., Hidayati, F., Berlian, A. I., Nugroho, A., Ilma, K., & Bagia, M. (2024). Hakikat kesehatan lingkungan. Azzia Karya Bersama.

Evans, G. W., & Cohen, S. (1987). Environmental stress. In D. Stokols & I. Altman (Eds.), Handbook of Environmental Psychology. Wiley.

Humaida, N. (2024). Dasar-Dasar Pengetahuan Lingkungan Berbasis Perubahan Iklim Global. UrbanGreen Central Media.

Luthans, F. (2012). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (12th ed.). McGraw-Hill.

Albertus, F., & Zalukhu, Y. (2019). Dampak dan pengaruh pertambangan batubara terhadap masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Timur. LEGALITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 4(1).

Buli, W., Bakri, S., & Febryano, I. G. (2018). Kelembagaan Pertambangan Batubara di Hutan Rakyat (Coal Mining Institution in Private Forest). Jurnal Sylva Lestari, 6(3).

Bullard, R. D. (1990). Dumping in Dixie: Race, Class, and Environmental Quality. Westview Press.

Gofur, M. A., & Wesnawa, I. G. (2018). Dinamika Pertambangan Ilegal di Indonesia: Studi Sosial dan Regulasi. Jurnal Kebijakan Publik, 4(2).

Gehl, J. (2011). Life Between Buildings: Using Public Space. Island Press.

Habibi, A. (2022). Pengaruh Pertambangan Liar terhadap Kualitas Air Tanah di Wilayah Sumatera Selatan. Jurnal Lingkungan Hidup, 8(1).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2017). Pedoman Teknis Pengelolaan Jarak Aman Kegiatan Pertambangan terhadap Permukiman. Jakarta: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1).

Rahmat, H. (2020). Propagasi Getaran dari Alat Berat Tambang dan Pengaruhnya terhadap Bangunan Sekitar. Jurnal Teknik Geoteknik, 9(1).

Rachman, T. (2022). Dampak penambangan terhadap keberlanjutan ruang hunian di kawasan perdesaan Jawa Barat. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Tropis, 10(3).

Utomo, D. T. B., Dewi, M. A., & Kuswarini, K. (2023). Penegakan Hukum Lingkungan Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ganec Swara, 17(4).

Wahyuni, A. S. (2022). Ambang Batas Getaran Tanah dan Risiko terhadap Fondasi Bangunan Akibat Tambang Ilegal. Jurnal Teknik Sipil, 7(2).

UU Nomor. 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

UU Nomor. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

UU Nomor. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Published

2025-10-25