Effective Management of Gita Nada Conservation Area, NTB Province

Authors

  • Vicky Sanofa Universitas Mataram
  • Soraya Gigentika Universitas Mataram
  • Sitti Hilyana Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i11.454

Keywords:

Marine Conservation Area, Management Effectiveness, Gap Analysis

Abstract

West Nusa Tenggara Province has 9 (nine) marine conservation areas that have been determined based on the decision of the Minister of Marine Affairs and Fisheries and managed by the Regional Government, one of which is the Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak (Gita Nada) Marine Tourism Park and surrounding waters. This study analyzes the inconsistency of the results of EVIKA's assessment with the reality of regional management. The research method used the analysis of EVIKA documents on the Gita Nada conservation area, management reports, monitoring reports and stakeholder interviews. The results show gaps in the institutional, socioeconomic, ecological and infrastructure aspects of regional management. Recommendations include improving the EWIKA methodology, strengthening the management unit's institutions, partnerships with stakeholders, developing outreach strategies and improving the competence of managing human resources in carrying out the tasks and functions of managing conservation areas.

References

Bengen, Dietriech G. 2009. “Ekosistem Dan Sumberdaya Pesisir Dan Laut Serta Pengelolaan Secara Terpadu Dan Berkelanjutan.” Prosiding Pelatihan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu.

Buscher, Bram, and Robert Fletcher. 2020. The Conservation Revolution: Radical Ideas for Saving Nature Beyond the Anthropocene. London: Verso Books.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. 2024. “Form Penilaian EVIKA Gita Nada.” Mataram. https://drive.google.com/drive/u/0/folders/

Hakim, Amehr et al. 2020. “Pedoman Teknis Penilaian Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (Evika).” Pp. 1–49 in Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktoral Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan 2020. Vol. 28.

Hilyana, Sitti et al. 2021. “Valuasi Ekonomi Sumberdaya Terumbu Karang Di Kawasan Konservasi Gita Nada - Sekotong.” Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda 1(1):15–23. doi:10.29303/jikls.v1i1.27.

Himawan, Cahya. 2023. Upaya Melindungi Target Konservasi Di Gita Nada.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. 2018. Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Tentang Kawasan Konservasi Perairan Gita Nada Dan Sekitarnya Di Provinsi NTB. Indonesia: Kawasan Konservasi Periaran Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. 2024. “Data Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) Tahun 2024.” https://sidako.kkp.go.id/sidako/status-pengelolaan.

Lestari, Elva, and Arif Satria. 2022. “Peranan Sistem Sasi Dalam Menunjang Pengelolaan Daerah Raja Ampat.” Buletin Ilmiah “MARINA” Sosek Kelautan Dan Perikanan 1(2):67–76. https://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra/article/view/2073/1859.

Muharara, Cindy Pricilla, and Arif Satria. 2018. “Analisis Tingkat Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Berbasis Masyarakat.” Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] 2(2):255–70. doi:10.29244/jskpm.2.2.255-270.

Nanda Magfiroh, Artika et al. 2020. “Strategi Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Nasional Karimunjawa.” Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis 12(2):369–83. doi:10.29244/jitkt.v12i2.29262.

Nuraini et al. 2025. “Integrasi Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Raja Ampat Melalui Analisis Level Aksi Kelembagaan.” Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan 15(1):39–57. doi:http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v15i1.14900.

Pelletier, Dominique et al. 2005. “Designing Indicators for Assessing the Effects of Marine Protected Areas on Coral Reef Ecosystems: A Multidisciplinary Standpoint.” Aquatic Living Resources 18(1):15–33. doi:10.1051/alr:2005011.

Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2024. Peraturan Daerah Provinsi NTB Tentang RTRW Provinsi NTB Tahun 2024-2044. Indonesia.

Witomo, Cornelia Mirwantini. 2019. “Pengelolaan Wilayah Pesisir Dengan Pendekatan Instrumen Ekonomi: Sebuah Review Teori Dan Peluang Aplikasi.” Buletin Ilmiah “MARINA” Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan 5(1):39–52.

WWF. 2025. PengembanganPanduan KemitraanPengelolaanKawasan Konservasi.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2015 tentang Kemitraan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 93/KEPMEN-KP/2018 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Taman Wisata Perairan Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Perairan Sekitarnya di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024-2044.

Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 37 Tahun 2020 tentang Kemitraan dan Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Nusa Tenggara Barat.

Published

2025-11-15